Cerita Aja
Kaget, sedih, bingung, kecewa, merasa bersalah...
mungkin kata-kata ini yang bisa mewakili perasaanku kini
Aku sadar, aku terlalu egois dan tidak sanggup untuk membuka diriku pada sodariku yang satu ini.
Sampai-sampai aku tidak tau sama sekali apa yang terjadi dengannya beberapa bulan terakhir ini.
Aku hanya berpikiran baik bahwa beliau baik-baik saja setelah kejadian itu...
Tak pernah terlintas di benakku sekali pun... dia bisa berpaling dan berpikiran sebegitu buruknya padaku (pada kami?)
Aku kira aku sudah mengerti dirinya...
ternyata tidak sama sekali
Jauh benar kenyataan dari segala prasangkaku
Aku benar-benar telah kehilangan dirinya dari hidupku
Aku benar-benar sedih dan merasa bersalah...
Tak tau apa yang akan ku perbuat kini
Aku ingin ungkapkan padanya tentang kisah kami dulu
Bersama dalam aktivitas-aktivitas dawah yang menyenangkan
Aku masih ingat ketika kau kecewa dengan seseorang
dan aku pun merasakan hal yang sama
Ku kira pembicaraan kita dulu, cukup mengobati hatimu
Ternyata tidak... aku benar-benar salah dan tak mengenalmu
Aku masih ingat dengan kegigihanmu menghidupkan pengajian di sini
Membuat mading islam yang kreatif
Membina adik-adik angkatan kita yang begitu mencintaimu
Aku masih ingat betapa kau begitu bahagia beraktivitas di bidang kemuslimahan
dan kau begitu bangga dengan style mu yang sedikit tomboy
Hmmm
ternyata aku tidak mengenalmu
aku salah besar
dan tak tau apa yang harus kulakukan kini
Aku masih ingat kau segan dengan seorang ikhwan
kau bilang di kelas dia suka membantai
tapi ku bilang dia baik
beberapa waktu kupikir kita sepakat bahwa beliau adalah pejuang sejati
Aku masih ingat kehadiranmu dalam suasana duka yang tak kan pernah terulang
kau samapai menitipkan motormu di rumah seorang akhawat demi penghormatan terakhirmu pada salah seorang saudaramu
MASIHKAH KAU INGAT ITU?
saat kita menangisi kepergiannya
saat-saat kau mengenang akan ajakannya untuk berpartisipasi dalam pemilu kahim
saat-saat kita bertekad bersama untuk menapaki jalan ini dan melanjutkan perjuangannya
mungkin ini tak berharga bagimu...
aku hanya berharap, suatu saat kau bisa memaafkan ku
dan kau tak lagi berpikiran buruk tentang diriku (kami?)
dalam hatiku...
kau masih saudariku
maafkan aku
ajarkan aku tentang berteman
ajarkan aku tentang ketulusan
ajarkan aku tentang kreativitas
yang tidak aku temui di sini
yang kau temui di dunia barumu
aku mencitaimu karna Allah...


Comments